Cara Meraih Cinta Allâh : Ingkisarul Qalbi (Luluhnya Hati) Di Hadapan Allâh Azza Wa Jalla

CARA MERAIH CINTA ALLAH : INGKISARUL QALBI (LULUHNYA HATI) DI HADAPAN ALLAH AZZA WA JALLA Banyak sekali kata atau ibarat yang menunjukkan makna inkisarul qalbi, di antaranya adalah khusyu’, tadzallul (merendahkan diri), iftiqâr (perilaku yang menunjukkan bahwa dia sangat membutuhkan). Diantara kata-kata ini, khusyu’ dalam cakupan maknanya secara umum lebih mendekati makna inkisar dibandingkan dengan

Stabilitas Keamanan Negara

STABILITAS KEAMANAN NEGARA[1] KEAMANAN ADALAH DAMBAAN DAN TANGGUNGJAWAB BERSAMA Yang kita ketengahkan kali ini adalah suatu tema yang penting; yaitu tentang urgensi stabilitas dan keamanan. Manusia tidak bisa memenuhi maslahat dan kepentingannya bila rasa aman tidak bisa diwujudkan. Mereka tidak bisa hidup dengan tentram, tidak bisa mewujudkan kepentingan dan maslahat mereka, tidak bisa menunaikan ibadah

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam Memohon Keamanan

STABILITAS KEAMANAN NEGARA[1] RASULULLAH SHALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM MEMOHON KEAMANAN Wasiat dari seseorang yang mencintai saudaranya, agar saudara-saudaranya tersebut senantiasa mengucapkan doa yang senantiasa dipanjatkan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam setiap hari, ketika Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam memasuki waktu pagi dan ketika mulai memasuki waktu petang  hari. Juga doa yang Beliau Shallallahu ‘alaihi

Korelasi Antara Iman Dan Keamanan

STABILITAS KEAMANAN NEGARA[1] KORELASI ANTARA IMAN DAN KEAMANAN Antara keamanan dan iman terdapat korelasi dan ikatan yang sangat erat. Keamanan akan semakin kuat dengan kuatnya iman; dan sebaliknya keamanan akan semakin melemah seiring dengan melemahnya iman. Allâh Azza wa Jalla berfirman: الَّذِينَ آمَنُوا وَلَمْ يَلْبِسُوا إِيمَانَهُمْ بِظُلْمٍ أُولَٰئِكَ لَهُمُ الْأَمْنُ وَهُمْ مُهْتَدُونَ Orang-orang yang beriman

Keamanan Dan Negara

STABILITAS KEAMANAN NEGARA[1] KEAMANAN DAN NEGARA Keamanan itu membutuhkan Negara, jamaah dan pemimpin. Unsur-unsur ini saling berkaitan, sebagaimana disebutkan dalam banyak nash dari Nabi kita Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Keamanan tidak terwujud kecuali dengan adanya jama’ah dan suatu jama’ah tidak akan ada kecuali dengan adanya pemimpin dan pemimpin tidak akan berfungsi kecuali dengan didengar dan

Niat Yang Dibalas

NIAT YANG DIBALAS Oleh Ustadz Kholid Syamhudi Lc عَنْ أَبِيْ بَكْرَةَ نُفَيْع بْنِ الْحَارِثِ الثَّقَفِيْ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِذَا الْتَقَى الْمُسْلِمَانِ بِسَيْفَيْهِمَا فَالْقَاتِلُ وَالْمَقْتُولُ فِي النَّارِ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ هَذَا الْقَاتِلُ فَمَا بَالُ الْمَقْتُولِ قَالَ إِنَّهُ كَانَ حَرِيصًا عَلَى قَتْلِ صَاحِبِهِ ((متفق عليه)) Dari Abu Bakrah Nufai’ bin al-Hârits

Dosa Besar Menyakiti Allâh Azza Wa Jalla, Rasul-Nya Dan Orang Yang Beriman

DOSA BESAR MENYAKITI ALLAH AZZA WA JALLA, RASUL-NYA DAN ORANG YANG BERIMAN Oleh Ustadz Said Yai Ardiansyah, Lc. M.A.* إِنَّ الَّذِينَ يُؤْذُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ لَعَنَهُمُ اللَّهُ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَأَعَدَّ لَهُمْ عَذَابًا مُهِينًا﴿٥٧﴾وَالَّذِينَ يُؤْذُونَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ بِغَيْرِ مَا اكْتَسَبُوا فَقَدِ احْتَمَلُوا بُهْتَانًا وَإِثْمًا مُبِينًا Sesungguhnya orang-orang yang menyakiti Allâh  dan Rasul-Nya, Allâh  akan melaknatnya di

Makhluk Terbaik Dan Makhluk Terburuk

MAKHLUK TERBAIK DAN MAKHLUK TERBURUK Oleh Ustadz Said Yai Ardiansyah, Lc M.A. إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالْمُشْرِكِينَ فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا ۚ أُولَٰئِكَ هُمْ شَرُّ الْبَرِيَّةِ﴿٦﴾إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ أُولَٰئِكَ هُمْ خَيْرُ الْبَرِيَّةِ﴿٧﴾جَزَاؤُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ جَنَّاتُ عَدْنٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ۖ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ ۚ ذَٰلِكَ لِمَنْ خَشِيَ

Istri Durhaka Diancam Neraka

ISTRI DURHAKA DIANCAM DENGAN NERAKA Oleh Ustadz Abu Isma’il Muslim al-Atsari Islam adalah agama sempurna. Di antara bukti kesempurnaannya adalah Islam memerintahkan kepada umatnya yang telah mampu menikah untuk menikah. Pernikahan akan berjalan dengan baik, jika pasangan suami istri memahami kewajibannya yang menjadi hak pasangannya, kemudian melaksanakan kewajiban  itu dengan baik.  Suami berkewajiban menafkahi istri

Nabi Musa Alaihissallam Mendakwahi Fir’aun

NABI MUSA ALAIHISSALLAM MENDAKWAHI FIR’AUN Allâh Azza wa Jalla berfirman: وَإِذْ نَادَىٰ رَبُّكَ مُوسَىٰ أَنِ ائْتِ الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ ﴿١٠﴾ قَوْمَ فِرْعَوْنَ ۚ أَلَا يَتَّقُونَ ﴿١١﴾ قَالَ رَبِّ إِنِّي أَخَافُ أَنْ يُكَذِّبُونِ﴿١٢﴾وَيَضِيقُ صَدْرِي وَلَا يَنْطَلِقُ لِسَانِي فَأَرْسِلْ إِلَىٰ هَارُونَ﴿١٣﴾وَلَهُمْ عَلَيَّ ذَنْبٌ فَأَخَافُ أَنْ يَقْتُلُونِ﴿١٤﴾قَالَ كَلَّا ۖ فَاذْهَبَا بِآيَاتِنَا ۖ إِنَّا مَعَكُمْ مُسْتَمِعُونَ﴿١٥﴾فَأْتِيَا فِرْعَوْنَ فَقُولَا إِنَّا رَسُولُ رَبِّ الْعَالَمِينَ﴿١٦﴾أَنْ أَرْسِلْ